Terdapat 2 poko pemikiran Ibnu Sina terhadap Filsafat, yaitu Filsafat Wujud dan Filsafat Emanasi 1. Filsafat Wujud Dalam pembuktian tentang eksistensi Tuhan, Ibn Sina menempuh jalan yang agak berbeda dengan jalan yang ada adalam agama dan juga dengan dalil para teolog (ahli mutakallimin) yang tertitik tolak pada konsep "alam baharu ia sebenarnya hanya melanjutkan dalil ontologi yang berasal dari Aristoteles dan mengikuti al-Farabi sebelumnya dengan membagikan wujud ini kepada dua jenis, yaitu wajib al-wujud dan mumkin al-wujud, sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya. [1] Wajib al-wujud adalah sesuatu yang ada (al-manjud) yang jika diandaikan tidak ada, ia menjadi mustahil, dengan kata lain ia mesti adanya. Sedangkan yang dimaksud dengan mumkin al-wujud dalah yang tidak diandaikan, tidak ada atau ada, ia tidak menjadi mustahil, maksudnya ia boleh ada dan boleh...
Mahasiswa adalah suara rakyat. Mahasiswa adalah agent of chage. Kita semua sudah mengetahuinya. Sering kali mahasiswa mengadakan, berpartisipasi, dan menginisiasi dalam demo, protes, dan lain sebagainya sebagai wujud penyuaraan akan pendapat mereka. Namun acap kali demo, atau unjuk rasa hanya menyisakan kelelahan dan nihil hasil. Hal ini disebaban aksi bersuara tidak dibarengi dengan aksi lapangan yang seimbang. Sama halnya dengan seseorang yang ingin menjadi pribadi produktif dengan membaca puluhan buku dan mendengarkan ratusan podcast self improvement, ia tidak akan menjadi pribadi produktif sampai memutusdkan untuk memulai langkahnya untuk melakukan suatu hal sehingga ia mencapai tingkatan produktif. Untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah disuarakan perlu adanya aksi lapangan, aksi nyata. Pertanyaannya sekarang berapa perbandingan mahasiswa yang bersuara dan beraksi? Apakah keduanya seimbang? Atau hanya yang bersuara lebih banyak daripada yang beraksi? Aksi bukan hanya ...