Langsung ke konten utama

Pokok - Pokok Pemikiran Filsafat Ibnu Sina

  Terdapat 2 poko pemikiran Ibnu Sina terhadap Filsafat, yaitu Filsafat Wujud dan Filsafat Emanasi 1.       Filsafat Wujud        Dalam pembuktian tentang eksistensi Tuhan, Ibn Sina menempuh jalan yang agak berbeda dengan jalan yang ada adalam agama dan juga dengan dalil para teolog (ahli mutakallimin) yang tertitik tolak pada konsep "alam baharu ia sebenarnya hanya melanjutkan dalil ontologi yang berasal dari Aristoteles dan mengikuti al-Farabi sebelumnya dengan membagikan wujud ini kepada dua jenis, yaitu wajib al-wujud dan mumkin al-wujud, sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya. [1]          Wajib al-wujud adalah sesuatu yang ada (al-manjud) yang jika diandaikan tidak ada, ia menjadi mustahil, dengan kata lain ia mesti adanya. Sedangkan yang dimaksud dengan mumkin al-wujud dalah yang tidak diandaikan, tidak ada atau ada, ia tidak menjadi mustahil, maksudnya ia boleh ada dan boleh...

Lulus SMA Siap Mengahadapi Abstraknya Dunia Perkuliahan?

Dunia perkuliahan adalah masa transformasi terbesar bagi remaja dalam riwayat pendidikan mereka. Masa dimana perubahan drastis yang dahulu serba diberi, disuap, dan disediakan, beralih menjadi mencari sendiri, mengolah sendiri, sampai bisa mengkonsumsi sendiri. Tidak lain tidak bukan hal ini tentang ilmu, pemahaman, bahkan pengalaman. Keras dan kejam kiranya dibayangkan. Namun, pada realita yang terjadi, banyak tantangan yang membantu mahasiswa menemukan jatidirinya. Banyak privilege-privilege yang dimiliki mahasiswa, antaranya, lingkungan baru, perubahan identitas, tantangan pendidikan yang lebih tinggi, koneksi yang lebih luas.

Untuk menghadapi dunia baru yang tidak bisa dibayangkan hanya dengan cerita dari sesama almamater atau teman sejawat, perlu adanya persiapan untuk menghadapi rintangan unpredictable tersebut.

Tips untuk menghadapi perubahan dari SMA ke Mahasiswa baru :

-         Bersikap terbuka dan siap untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, jika perlu jangan batasi pertemanan di awal masa maba.

-         Belajar mengatur waktu dengan baik dan mengelola tanggungjawab yang lebih besar

-         Mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia

-         Mencari dukungan dari teman sebaya, dosen, dan konselor jika perlu

-         Tetap optimis dan percaya diri dalam menghadapi perubahan.

Ketika masuk ke zona perkuliahan, dunia akan terlihat lebih luas bahkan sangat luas dari sebelumnya, maka dari itu perlu ada improvisasi diri sepadan dengan padanganmu terhadap dunia. Sedikit tapi bertambah, kecil tapi pasti, pelan tapi konsisten karena dunia ini terus bertumbuh, jangan sampai tertinggal seiring dengan tubuh manusia yang semakin menua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nahwu - Pembagian Badal Lengkap dan Contohnya - البدل وأنواعه

Pengertian Badal Secara bahasa Badal berarti pengganti. Sedangkan dalam kitab syarh alfiyah Ibn Aqil, badal merupakan pengganti yang dimaksudkan secara langsung tanpa ada perantara seperti huruf 'athaf atau yang lain.  Secara pemahaman badal yang dimaksud adalah Kata atau kalimat yang menjadi pengganti dari mubdal minhu (yang diganti), maka ia mengikuti seluruh i'rabnya.  diantara tanda badal yaitu dapat diselipkan kata "yaitu" atau jika dihapuskan salah satu antara badal atau mubdal minhu sehingga tidak merusak kalimat tersebut, maka disebut badal. Syarat Dikatakan Badal 1. Terdapat badal dan mubdal minhu 2. I'rab badal mengikuti mubda minhu 3. mubdal minhu dapat berupa ism dan fi'il (kata kerja) Pembagian Badal Dalam kitab Syarh Alfiyah Ibn Malik Milik Imam Ibn Aqil badal dibagi menjadi 4 : 1. Badal Kul Min Kul - بدل الكل من الكل Badal ini sering disebut badal syai minasyai atau badal muthobiq. Badal Kul min Kul merupakan badal yang memiliki kesetaraan makna...

Karya dan Tulisan Ibnu Sina : Bidang Jiwa dan Filsafat

Karya-karya Ibn Sina           Ibnu Sina memiliki banyak karya-karya, yang diperkirakan sebanyak 250 judul, di dalamnya termasuk buku-buku singkat serta sekumpulan dari surat-suratnya, itu semua sudah mencakup tema-tema yang sangat populer pada pada masanya (Abad Pertengahan).   Tulisan Ibnu Sina pada umumnya menggunakan bahasa Arab, namun sebagian tulisannya juga ada yang berbahasa Persia, seperti buku yang dipersembahkan kepada Ali ad-Daulah, di mana dianggap sebagai tulisan falsafi pertama yang berbahasa Persia. Ibnu Sina dalam karyanya yang bertulisan Arab kadang masih sulit dipahami, dikarenakan gaya bahasa Arabnya. Setelah berada di Isfahan Ibnu Sina mempelajari sastra Arab, kemudian Ibnu Sina berhasil menjawab Sebagian kritikus-kritikus sastra Arab dan juga serta berhasil memperbaiki gaya bahasanya yang sulit dipahami [1] Karya-karya filsafat Ibnu Sina meliputi berbagai macam karyanya seperti Asy-Syifa’ yang bermakna Penyembuhan, karya ini dian...