Langsung ke konten utama

Pokok - Pokok Pemikiran Filsafat Ibnu Sina

  Terdapat 2 poko pemikiran Ibnu Sina terhadap Filsafat, yaitu Filsafat Wujud dan Filsafat Emanasi 1.       Filsafat Wujud        Dalam pembuktian tentang eksistensi Tuhan, Ibn Sina menempuh jalan yang agak berbeda dengan jalan yang ada adalam agama dan juga dengan dalil para teolog (ahli mutakallimin) yang tertitik tolak pada konsep "alam baharu ia sebenarnya hanya melanjutkan dalil ontologi yang berasal dari Aristoteles dan mengikuti al-Farabi sebelumnya dengan membagikan wujud ini kepada dua jenis, yaitu wajib al-wujud dan mumkin al-wujud, sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya. [1]          Wajib al-wujud adalah sesuatu yang ada (al-manjud) yang jika diandaikan tidak ada, ia menjadi mustahil, dengan kata lain ia mesti adanya. Sedangkan yang dimaksud dengan mumkin al-wujud dalah yang tidak diandaikan, tidak ada atau ada, ia tidak menjadi mustahil, maksudnya ia boleh ada dan boleh...

Karya dan Tulisan Ibnu Sina : Bidang Jiwa dan Filsafat

Karya-karya Ibn Sina

        Ibnu Sina memiliki banyak karya-karya, yang diperkirakan sebanyak 250 judul, di dalamnya termasuk buku-buku singkat serta sekumpulan dari surat-suratnya, itu semua sudah mencakup tema-tema yang sangat populer pada pada masanya (Abad Pertengahan).

 

Tulisan Ibnu Sina pada umumnya menggunakan bahasa Arab, namun sebagian tulisannya juga ada yang berbahasa Persia, seperti buku yang dipersembahkan kepada Ali ad-Daulah, di mana dianggap sebagai tulisan falsafi pertama yang berbahasa Persia. Ibnu Sina dalam karyanya yang bertulisan Arab kadang masih sulit dipahami, dikarenakan gaya bahasa Arabnya. Setelah berada di Isfahan Ibnu Sina mempelajari sastra Arab, kemudian Ibnu Sina berhasil menjawab Sebagian kritikus-kritikus sastra Arab dan juga serta berhasil memperbaiki gaya bahasanya yang sulit dipahami[1]Karya-karya filsafat Ibnu Sina meliputi berbagai macam karyanya seperti Asy-Syifa’ yang bermakna Penyembuhan, karya ini dianggap sebagai ensiklopedia ilmiah terpanjang yang pernah ditulis oleh seorang pengarang. Buku ini terbagi menjadi empat bagian yakni, logika, matematika, fisika dan metafisika (ketuhanan). Buku ini juga mempunyai beberapa naskah yang tersebar di berbagai perpustakaan yang terletak di Timur dan Barat. Kemudian Sufficienta (dalam bahasa latin), karya Ibnu sina ini juga termasuk sebagai ensiklopedia pengetahuan terbesar yang pernah ditulisnya. Selanjutnya pada tahun-tahun terakhir di hidupnya Ibnu Sina menulis berupa buku-buku, seperti al-Isyarat wal Tanbihat yang mempunyai arti “petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan”. Karya ini juga merupakan mahakarya terbesar Ibnu Sina, buku ini juga pernah diterbitkan di Leiden tahun 1892 M, dan sebagiannya diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis, yang kemudian diterbitkan lagi pada tahun 1947 di Kairo. Selanjutnya buku an-Najat yang merupakan ringkasan dari Asy-Syifa, diterbitkan bersamaan dengan buku AlQanun, dalam ilmu kedokteran pada tahun 1593 M di Roma dan tahun 1331 M di Mesir. Selain daripada itu Ibnu Sina juga menulis sejumlah buku-buku besar seperti mengenai logika, ilmu alam, ilmu jiwa, ilmu teologi, dan tidak sampai disitu Ibnu sina juga menulis bukunya al-Bathiniyyah, yang termasuk buku yang penting[2]Ibnu Sina di samping itu menulis beberapa risalah mengenai logika, psikologi, metafisika, dan kosmologi, serta juga menulis buku-buku kecil yang membahas masalah-masalah tertentu dalam bidang ilmu aeronautika, ilmu alam dan ilmu lainnya. Karya Ibnu Sina yang secara khusus membahas masalah kedokteran ialah, al-Qanun atau Canon of Medicine[3]

(kaidah kedokteran), buku ini pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan juga dijadikan sebagai buku standar di Universitas-universitas Eropa sampai akhir abad ke-17 M. Buku ini diterbitkan pada tahun 1593 M di Roma dan tahun 1323 H di India[4]. Bahkan sampai saat ini masih banyak dipelajari, terutama di timur. Kemudian kitab Alarjuzah juga membahas masalah kedokteran yang terhimpun dari dasar-dasar kedokteran islami, yang ditulis dengan bait-bait syair bersejarah, dan sangat mudah dihafalkan, tidak lupa juga dengan karya buku-buku lainnya baik itu dari bahasa Arab maupun bahasa Persia, yang juga banyak membahas mengenai upaya penyakit beserta obatnya..[5] Karya-karya “esoterik” Ibnu Sina tentang filsafat Timurnya yang tidak kalah pentingnya adalah Risalah fi al-‘Isyiq yang mempunyai arti “risalah tentang cinta”, trilogy Hayy bin Yaqdzan atau dalam bahasa Indonesia “hidup putra kesadaran, Risalah al-Thair yang berarti ”Risalah tentang burung”, dan yang terakhir Salaman wa Abshal tiga bab terakhir dari AlIsyarat dan Mantiq al-Masyriqiyin (logika orang-orang Timur), karya ini merupakan karya yang besar, namun pada saat ini tidak ditemukan lagi yang merupakan karya penting.64 Risalah-risalah atau karya-karya Ibnu Sina masih banyak lagi lainnya, yang membahas dalam ranah filsafat, etika, logika dan psikologi. Namun penulis hanya menjelaskan sebagian kecil dari karya Ibnu Sina yang terkenal dalam kalangan pemikir.

·         Dalam Bidang Jiwa

Berkenaan dengan permasalahan terkait ilmu jiwa menghubungkan pemikiran-pemikiran terdahulu (Plato dan Aristoteles), Ibn Sina sudah mempelajari sejak muda dipengaruhi oleh al-Farabi. Salah satu mahakarya yang paling masyhur dimasanya dan berpengaruh pada peradaban modern adalah al-Qānūn fī al-Tībb (ensiklopedi ilmu kedokteran), berisikan ilmu kedokteran, yang terbagi menjadi lima kitab yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu medis dan nama jenis-jenis penyakit dan lain-lain. Buku tersebut telah menjadi rujukan khusus yang wajib di universitas-universitas Eropa hingga abad ke-17. Beberapa bagian menjelaskan tentang konsepsi dan metode  kekuatan jiwa dalam kedokteran, kolerasi antara ilmu kedokteran dan ilmu  kejiwaan tidak bisa dipisahkan dan merupakan satu cabang keilmuan[6].[7]  Kemudian Ibnu Sina klarifikasi hubungan antara jiwa dan jasad dapat  ditemukan dalam karya Asy-Syifā (terdiri dari 18 jilid), berisikan uraian  tentang filsafat yang terdiri atau empat bagian, yaitu: Ketuhanan, fisika, matematika, dan logika. Disusun semenjak Ibn Sina tinggal di Hamadan. Ini  menjelaskan uraian secara luas serta cangkupan isinya tersistematis dengan  lugas perihal jiwa, disebutkan masalah jiwa dalam karya ini uraian yang  panjang dan terperinci, tapi karya ini juga mengurai tentang filsafat,logika,astronomi,dab fisika dari sekian banyak karyanya[8]

Kemudian ilmu jiwa diringkas dalam karya an-Najāh (merupakan ringkasan yang terperinci dari kitab al-syifā’), karya tulis ini ditujukan buat orang terpelajar khususnya yang ingin mengetahui dasar-dasar ilmu hikmah secara lengkap. Kitab ini ditulis dengan tujuan bagi para terpelajar untuk mengetahui lebih jelas tentang dasar-dasar ilmu hikmah dan termasuk ilmu jiwa, dan pertama kalinya kitab tersebut dicetak di Mesir pada tahun 1331 H[9]

Selanjutnya dalam karya al-Isyarāh wa at-Tanbīhāt (terdiri dari tiga jilid), kitab yang mengandung uraian tentang ilmu logika dan hikmah. Hal ini merupakan karya terakhir yang dihasilkan Ibn Sina, sekurang-kurang ada 20 halaman mengenai pembahasan ilmu jiwa serta pemikiran yang berbeda dari filsuf Muslim setelahnya. Ibnu Sina juga menulis komentar pada buku De Anima-nya Aristoteles yang hingga saat ini masih ada tulisan tangan Ibn Sina tersebut[10]

            Dengan demikian, beberapa keterangan karya terkait tentang ilmu jiwaIbn Sina. Selain itu, Ibn Sina juga menulis beberapa risalah mengenai tentang kekuatan atau daya jiwa rasional dan ihwalnya. Ibn Sina persembahkan kepada Nuh Ibnu Mansur al-Samani. Masih banyak lagi karya yang belum disebutkan, tapi lima karya tersebut yang paing utama dalam menjelaskan tentang ilmu kejiwaan (filsafat jiwa)[11]

 

·         Dalam Bidang Filsafat

Karya tulis yang dihasilkan oleh Ibn Sina cukup banyak, jumlah yang diperkirakan sekurang-kurang ada 276 karya. Semua ini dalam bentuk kitab, risalah, surat-surat terpisah (prosa) dan bentuk syair. Di antara karya Ibnu Sina adalah:

ü  Risalāh fī Ma’rifāt an-Nāfs an-Nathīqāh wa Ahwālihā, diterbitkanpertama kali oleh Muhammad Tsabit al-Fandi, Kairo, Dar al Ma’arif, 1934, menjelaskan jiwa rasional dan pembagian jiwa secara mendalam,

ü   Mābhats‘ān al-Quwwā an-Nāfasaniyāh, diterbitkan oleh Fandik, diterbitkan di Kairo, 1315 H, menjelaskan tentang ilmu kejiwaan dan ilmu fisika di dalamnya.

ü   Ahwāl an-Nāfs, pertama kali ditahkik oleh Fu’ad al-Ahwani, Kairo: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyah, 1952, sebuah buku ini menjadi rujukan oleh filsuf Muslim setelahnya, dan bersamaan tiga risalah, yaitu Mābhats‘ān al-Quwwā an-Nāfasaniyāh, Risalāh fī Ma’rifāt an-Nāfs an-Nathīqāh wa Ahwālihā, dan Risalāh fī al-Kalām an-Nāfs an-Nathīqāh (risalah-risalah yang kecil mengikuti dari induk karya besar, yaitu al-Qānūn fī al-Tībb).

ü   Sembilan buku yang kecil di antranya menjelaskaan tentang ilmu hikmah, fisika, biologi dan metafiska, dicetak di Istanbul, 1298 H.

ü   ‘Uyūn al-Hikmāh, kemudian ditahkik oleh Abdurrahman Badawi, cetakan ke-2, diterbitkan di Kuwait: Wakalah al-Mathbu’at, 1980, sebuah buku ini menjelaskan metafisika.

ü   Hāyy bin Yaqzhān, merupakan risalah (syair) yang ditulis untuk kerabatnya, dicetak di Kairo, 1809.

ü   at-Tā’liqat ‘alā Hawasyī Kitab an-Nāfs li al-Arīstho, kemudian ditahkik oleh Abdurrahman Badawi, dicetak di Kairo, Dar al-Ma’arif, 1973.

ü   Syārh al-Manāwi al-Qashiyāh al-‘āiniyah fī an-nāfs, dicetak di Kairo, 1318 H.

ü  Kitab as-Siyasāh, disebarluaskan dan dikomentari oleh Paulus Ma’ruf Jesuit, dicetak di Beirut, 1911.

ü   Kitab al-Mūbahatsāt, termasuk buku al-Arīstho ‘inda al-‘Ărab, cetakan ke-2, kenudian disusun oleh Abdurrahman al-Badawi,dicetak di Kuwait: Wakalah al-Mathbu’at, 1978.

ü   Sā’diyah, sebuh risalah ilmu kedokteran.

ü  al-Mūsiqa, sebuh risalah tentang musik.

ü  al-Mānthiq, buku tersebut dikhususkan untuk muridnya yaitu Abu Hasan al-Sahli.

ü   Qāmus al-Ărabiyāh, terdiri dari lima jilid.

ü  Danesh Nameh, sebuah buku teori filsafat Yunani dasar .

ü  Munjīz Kābir wa Shāgir, sebuah buku yang besar menjelaskan tentang dasar-dasar ilmu al-Qur’an dan metode penerapannya.

ü  al-Inshāf, sebuah risalah menjelaskan tentang keadilan yang nyata.

ü   al-Hudūd, sebuah risalah ilmu mantiq, mengenai istilah-istilah dan defnisi yang digunakan daalam cara berpikir.

 Hikmāh al-Māsyriqiyyīn, buku tersebut peradaban pemikiran filsafatIslam (Britannica Encyclopedia, cetakan ke-2, mencapai halaman 915, mencatat bahwa buku ini tidak diragukan lagi hilang)[12]



x

[1] Seyyed Hossein Nasr, Tiga Mazhab Utama Filsafat Islam, (Yogyakarta: IRCiSoD, 2006), h. 49-50.

[2] Seyyed Hossein Nasr, Tiga Mazhab Utama Filsafat Islam, h. 50.

[3] A. Hanafi, Pengantar Filsafat Islam, (Cet. II, Jakarta: Bulan Bintang, 1976), h. 170.

[4] Atang Abdul Hakim dan Bani Ahmad Saebani, Filsafat Umum: Dari Meteologi Sampai Teofilosofi, h. 500

[5] Seyyed Hossein Nasr, Tiga Mazhab Utama Filsafat Islam, h. 51.

[6]

[7] Khalil Al-Fukhury, Tarikh al-Falsafah al-Arabiyah, (Bairut: Mulasassat Li al-Thaba’ah, 1963), h. 444.

[8] Ibrahim Madkour, Filsafat Islam Metode dan Penerapan, (terj). Yulian Wahyudin, Asmin dan Ahmad Halim Mudzakir, cet. 1, (Jakarta: Rajawali Pres, 1988), h. 188-189.

[9] Khalil Al-Fukhury, Tarikh al-Falsafah al-Arabiyah, 446.

[10] Seyyed Hossein Nasr, Tiga Madzhab Utama Filsafat Islam: Ibnu Sina, Suhraw

[11] Ibrahim Madkour, Filsafat Islam Metode dan Penerapan, h. 201

[12] Thanwil Akhyar Dasoeki, Sebuah Kompilasi Filsafat Islam, (Semarang: Dina Utama, 1993), h. 37-39.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nahwu - Pembagian Badal Lengkap dan Contohnya - البدل وأنواعه

Pengertian Badal Secara bahasa Badal berarti pengganti. Sedangkan dalam kitab syarh alfiyah Ibn Aqil, badal merupakan pengganti yang dimaksudkan secara langsung tanpa ada perantara seperti huruf 'athaf atau yang lain.  Secara pemahaman badal yang dimaksud adalah Kata atau kalimat yang menjadi pengganti dari mubdal minhu (yang diganti), maka ia mengikuti seluruh i'rabnya.  diantara tanda badal yaitu dapat diselipkan kata "yaitu" atau jika dihapuskan salah satu antara badal atau mubdal minhu sehingga tidak merusak kalimat tersebut, maka disebut badal. Syarat Dikatakan Badal 1. Terdapat badal dan mubdal minhu 2. I'rab badal mengikuti mubda minhu 3. mubdal minhu dapat berupa ism dan fi'il (kata kerja) Pembagian Badal Dalam kitab Syarh Alfiyah Ibn Malik Milik Imam Ibn Aqil badal dibagi menjadi 4 : 1. Badal Kul Min Kul - بدل الكل من الكل Badal ini sering disebut badal syai minasyai atau badal muthobiq. Badal Kul min Kul merupakan badal yang memiliki kesetaraan makna...

Lulus SMA Siap Mengahadapi Abstraknya Dunia Perkuliahan?

Dunia perkuliahan adalah masa transformasi terbesar bagi remaja dalam riwayat pendidikan mereka. Masa dimana perubahan drastis yang dahulu serba diberi, disuap, dan disediakan, beralih menjadi mencari sendiri, mengolah sendiri, sampai bisa mengkonsumsi sendiri. Tidak lain tidak bukan hal ini tentang ilmu, pemahaman, bahkan pengalaman. Keras dan kejam kiranya dibayangkan. Namun, pada realita yang terjadi, banyak tantangan yang membantu mahasiswa menemukan jatidirinya. Banyak privilege-privilege yang dimiliki mahasiswa, antaranya, lingkungan baru, perubahan identitas, tantangan pendidikan yang lebih tinggi, koneksi yang lebih luas. Untuk menghadapi dunia baru yang tidak bisa dibayangkan hanya dengan cerita dari sesama almamater atau teman sejawat, perlu adanya persiapan untuk menghadapi rintangan unpredictable tersebut. Tips untuk menghadapi perubahan dari SMA ke Mahasiswa baru : -           Bersikap terbuka dan siap untuk beradaptasi dengan lingkungan baru,...