Langsung ke konten utama

Pokok - Pokok Pemikiran Filsafat Ibnu Sina

  Terdapat 2 poko pemikiran Ibnu Sina terhadap Filsafat, yaitu Filsafat Wujud dan Filsafat Emanasi 1.       Filsafat Wujud        Dalam pembuktian tentang eksistensi Tuhan, Ibn Sina menempuh jalan yang agak berbeda dengan jalan yang ada adalam agama dan juga dengan dalil para teolog (ahli mutakallimin) yang tertitik tolak pada konsep "alam baharu ia sebenarnya hanya melanjutkan dalil ontologi yang berasal dari Aristoteles dan mengikuti al-Farabi sebelumnya dengan membagikan wujud ini kepada dua jenis, yaitu wajib al-wujud dan mumkin al-wujud, sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya. [1]          Wajib al-wujud adalah sesuatu yang ada (al-manjud) yang jika diandaikan tidak ada, ia menjadi mustahil, dengan kata lain ia mesti adanya. Sedangkan yang dimaksud dengan mumkin al-wujud dalah yang tidak diandaikan, tidak ada atau ada, ia tidak menjadi mustahil, maksudnya ia boleh ada dan boleh...

Nahwu - Pembagian Badal Lengkap dan Contohnya - البدل وأنواعه

Pengertian Badal

Secara bahasa Badal berarti pengganti. Sedangkan dalam kitab syarh alfiyah Ibn Aqil, badal merupakan pengganti yang dimaksudkan secara langsung tanpa ada perantara seperti huruf 'athaf atau yang lain. 

Secara pemahaman badal yang dimaksud adalah Kata atau kalimat yang menjadi pengganti dari mubdal minhu (yang diganti), maka ia mengikuti seluruh i'rabnya. 

diantara tanda badal yaitu dapat diselipkan kata "yaitu" atau jika dihapuskan salah satu antara badal atau mubdal minhu sehingga tidak merusak kalimat tersebut, maka disebut badal.

Syarat Dikatakan Badal

1. Terdapat badal dan mubdal minhu

2. I'rab badal mengikuti mubda minhu

3. mubdal minhu dapat berupa ism dan fi'il (kata kerja)

Pembagian Badal

Dalam kitab Syarh Alfiyah Ibn Malik Milik Imam Ibn Aqil badal dibagi menjadi 4 :

1. Badal Kul Min Kul - بدل الكل من الكل

Badal ini sering disebut badal syai minasyai atau badal muthobiq. Badal Kul min Kul merupakan badal yang memiliki kesetaraan makna dengan mubdal minhu. 

Contoh : مَرَرْتُ بِأَخِيْكَ زَيْدٍ (Aku melewati saudaramu, Zaid)

Maksudnya adalah yang saya lewati adalah Saudaramu yang bernama Zaid. Zaid merupakan badal, dan akhika adalah mubdal minhu. Jika zaid dihapus maka tidak merusak kalimat tersebut, begitupun sebaliknya.

أَصْغَيْثُ إِلَى الخَطِيْبَ عَلِىٍّ  ( Aku mendengarkan [dengan seksama] khatib, Ali)

Kalimat ini bermaksud bahwa saya mendengarkan seorang khatib yang bernama Ali. Ali menjadi badal, khatib menjadi mubdal minhu. Jika Ali dihapus maka tidak merusak kalimat tersebut, begitupun sebaliknya.

2. Badal Ba'dh Min Kul

Badal ini merupakan pengganti dari mubdal minhu sebagiannya, baik sedikit, banayak, atau setengahnya.

Contoh : أكلت الرغيف ثلثه (Saya memakan Roti, sepertiganya)

Maksud dari kalimat tersebut sepertiga menjadi pengganti sebagian dari mubdal minhu (roti)

تَهَشَمَّ أَبُو الهَوْل أَنْفُهُ (Telah patah[terluka] Abu Haul, hidungnya) 

Yang patah atau terluka bukan Abu Haul, namun sebagiannya yaitu, hidungnya.

3. Badal Isytimal 

Badal ini merupakan badal yang merupakan bagian dari matbu' dalam hal maknawi . Biasanya bagian yang selain fisik dari dzat tersebut. 

Badal isytimal hampir mirip dengan Badal Ba'dh min kul yang lebih mencangkup bilai, kualitas, atau substansi yang ada dalam mubdal minhunya. 

Contoh : أَعْجَبَنِيْ زَيْدٌ عِلْمُهُ  (Zaid mengejutkanku, Ilmunya)

Yang menjadi badal adalah ilmu yang bukan termasuk dari dzat mubdal minhu, maka ini yang disebut isytimal.

سَمِعْتُ الشَّاعِرَ إِنْشَادَهُ  (Saya mendengar penyair, syairnya)

Syair menjadi substansi dari seorang penyair, inilah yang disebut badal isytimal.

4. Badal Mubayin

Badal Mubayin dalam kitab audholul masalik dibagi menjadi 3 : Badal Ghalat, Badal Nisyan, dan Badal Idhrab

Badal Ghalat adalah Badal yang keliru dan tidak memiliki maksud dengan matbu'nya, maka yang dimaksud adalah badal. Badal ini dikatakan karena ada kekeliruan atau kesalahan oleh pembicara.

زرت اليوم إلى بيت خالدٍ زيدٍ 

Hari ini aku berkunjung ke rumah kholid, diralat dengan berkunjung ke rumah zaid. Hal ini terjadi karena kesalahan menyebut dan tidak bermaksud seperti itu.

Badal Idhrab adalah badal yang bermaksud untuk memalingkan maksud dari mubdal minhu.

اذهب إلى المدرسة راكبا الدرجةَ السيارةَ

Pergilah ke sekolah naik sepeda, diralat dengan naik mobil. Memalingkan dari naik sepeda lalu diganti dengan naik mobil.

Perbedaan antara badal Ghalat dan Idhrab adalah jika mubdal minhu disebut tanpa maksud atau hanya semata-mata karena kesalahan maka itu adalahBadal Ghalat. Jika mubdal minhu disebut dengan sengaja bukan karena kesalahan lalu dipalingkan, maka dia adalah badal Idhrab.

Badal Nisyan adalah Badal yang berfungsi meralat maksud dari mubdal minhu disebabkan karena lupa.

صليت أمس العصرَ المغربَ في المدرسة

Kemarin aku sholat Ashr, Magrib di sekolah. Yang dimaksud kata Ashr, namun karena lupa, kemudian diralat menjadi sholat magrib.


Sumber :

1. Syarh Alfiyah Ibn Malik  Juz 3

2. Audhohul Masalik Juz 3

3. Nahwu Wadih Juz 3


Sekian tentang pembahasan badal.

Jika ada permintaan pembahasan lain, silakan ketik di kolom komentar.

Semoga bermanfaat, simpan tautan catatan ini, bagikan kepada yang membutuhkan.

Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karya dan Tulisan Ibnu Sina : Bidang Jiwa dan Filsafat

Karya-karya Ibn Sina           Ibnu Sina memiliki banyak karya-karya, yang diperkirakan sebanyak 250 judul, di dalamnya termasuk buku-buku singkat serta sekumpulan dari surat-suratnya, itu semua sudah mencakup tema-tema yang sangat populer pada pada masanya (Abad Pertengahan).   Tulisan Ibnu Sina pada umumnya menggunakan bahasa Arab, namun sebagian tulisannya juga ada yang berbahasa Persia, seperti buku yang dipersembahkan kepada Ali ad-Daulah, di mana dianggap sebagai tulisan falsafi pertama yang berbahasa Persia. Ibnu Sina dalam karyanya yang bertulisan Arab kadang masih sulit dipahami, dikarenakan gaya bahasa Arabnya. Setelah berada di Isfahan Ibnu Sina mempelajari sastra Arab, kemudian Ibnu Sina berhasil menjawab Sebagian kritikus-kritikus sastra Arab dan juga serta berhasil memperbaiki gaya bahasanya yang sulit dipahami [1] Karya-karya filsafat Ibnu Sina meliputi berbagai macam karyanya seperti Asy-Syifa’ yang bermakna Penyembuhan, karya ini dian...

Lulus SMA Siap Mengahadapi Abstraknya Dunia Perkuliahan?

Dunia perkuliahan adalah masa transformasi terbesar bagi remaja dalam riwayat pendidikan mereka. Masa dimana perubahan drastis yang dahulu serba diberi, disuap, dan disediakan, beralih menjadi mencari sendiri, mengolah sendiri, sampai bisa mengkonsumsi sendiri. Tidak lain tidak bukan hal ini tentang ilmu, pemahaman, bahkan pengalaman. Keras dan kejam kiranya dibayangkan. Namun, pada realita yang terjadi, banyak tantangan yang membantu mahasiswa menemukan jatidirinya. Banyak privilege-privilege yang dimiliki mahasiswa, antaranya, lingkungan baru, perubahan identitas, tantangan pendidikan yang lebih tinggi, koneksi yang lebih luas. Untuk menghadapi dunia baru yang tidak bisa dibayangkan hanya dengan cerita dari sesama almamater atau teman sejawat, perlu adanya persiapan untuk menghadapi rintangan unpredictable tersebut. Tips untuk menghadapi perubahan dari SMA ke Mahasiswa baru : -           Bersikap terbuka dan siap untuk beradaptasi dengan lingkungan baru,...